Jumat, 21 September 2012

Metode earthquake prediction

1. Perubahan Vp/Vs dan parameter lainnya  Beberapa perubahan dapat dipakai sebagai precursor gempabumi. Telah dijelaskan diatas bahwa dari hasil eksperimen di laboratorium suatu batuan yang diberi gaya secara terus menerus suatu waktu akan patah. Sebelum batuan patah ternyata disekitar fokus patahan sebelumnya mengalami perubahan stress dan strain. Demikian pula pada kejadian gempabumi, lokasi disekitar hiposenter juga akan terjadi perubahan tegangan dan regangan, hal ini disebabkan karena terjadinya penumpukan / akumulasi energi sebelum dilepaskan menjadi gelombang seismik. Dari teori yang telah dibahas pada bab-bab terdahulu bahwa stress dan strain terkait dengan perbandingan perubahan kecepatan gelombang primer (Vp) dan kecepatan gelombang skunder (Vs) atau Vp/Vs....

Magnitudo Gempa Bumi

Konsep “Magnitude Gempabumi” sebagai skala kekuatan relatif hasil dari pengukuran fase amplitude dikemukakan pertama kali oleh K. Wadati dan    C. Richter sekitar tahun 1930 (Lay. T and Wallace. T.C,1995). Kekuatan gempabumi dinyatakan dengan besaran Magnitude dalam skala logaritma basis 10. Suatu harga Magnitude diperoleh sebagai hasil analisis tipe gelombang seismik tertentu (berupa rekaman getaran tanah yang tercatat paling besar) dengan memperhitungkan koreksi jarak stasiun pencatat ke episenter. Dewasa ini terdapat empat jenis Magnitude yang umum digunakan (Lay. T and Wallace. T.C, 1995) yaitu : Magnitude lokal, Magnitude bodi, Magnitude permukaan dan Magnitude momen. 1.1. Magnitude Lokal (ML) Magnitude lokal...

Energi Gempa Bumi

Bentuk energi yang dilepaskan saat terjadinya gempabumi antara lain adalah energi deformasi gelombang. Energi deformasi dapat dilihat pada perubahan bentuk volume sesudah terjadinya gempa bumi, seperti misalnya tanah naik, tanah turun, pergeseran batuan, dan lain-lain. Sedangkan energi gelombang akan menggetarkan medium elastis disekitarnya dan akan menjalar ke segala arah. Pemancaran energi gempa bumi dapat besar ataupun kecil, hal ini tergantung dari karakteristik batuan yang ada dan besarnya stress yang dikandung oleh suatu batuan pada suatu daerah. Pada suatu batuan yang rapuh ( batuan yang heterogen ), stress yang dikandung tidak besar karena langsung dilepaskan melalui terjadinya gempa gempa-gempa kecil yang banyak. Sedangkan untuk batuan yang lebih kuat ( batuan yang homogen ),...

Step-step Mencari Epicenter Gempa Bumi dengan Metode Gerak Partikel

Berikut ini penulis emncoba share mengenai step-step mencari epicenter gempa bumi dengan metode gerak partikel. Sebelumnya, hal yang perlu dipahami adalah metode gerak partikel ini adalah metode penentuan epicenter dari 1 stasiun dengan 3 komponen, yaitu komponen vertikal, komponen horisontal E-W, komponen horisontal N-S.Dan berikut ini step-stepnya. Cekidot :1) Tentuin arah impuls awal ketiga komponen (apakah kompresi C ataukah dilatasi D)2) Tentuin nilai 1/2 amplitudo awalnya? Caranya? Ukur aja dengan penggaris ^^3) Tentuin nilai d dari nilai (s-p) nya.Untuk gempa dekat (ts-p < 8 detik), maka rumus yang digunakan adalah d=(s-p)*k dimana k adalah konstanta omori, anggap aja besar konstanta omori ini 8 m/sUntuk gempa tele (ts-p > 8 detik), maka rumusan d yang digunakan adalah d=[(s-p)-2]*104)...

Kamis, 20 September 2012

Akademi Meteorologi dan Geofisika ~Jakarta~ First Experience of Geophysical Surveys

Survei makroseismik pertama yang saya lakukan sebelum menjadi seorang seismologist (Asik..) Eeemm.. gima yah bilangnya,..?! hehehe Kemarin waktu hari jum'at 14 Spetember 2012 kami (saya dan teman satu jurusan saya Geof45) berangkat ke bogor, survei geofisika (hanya makroseismik, mikroseismiknya simulasi saja) untuk gempa bogor yang terjadi pada tanggal 9 September 2012 lalu. Duuh, itu benar-benar survei yang sangat mendadak bagi saya dan teman-teman. Bagaimana tidak kami diberitahu dosen kurang dari 24 jam sebelum berangkat. Semua persiapan ga mateng, kelupa'an ini, kelupa'an itu. Ujung-ujung dapat teguran deh dari dosen (Eemm dapet mines gak ya nilainya..hahaha). Iya, ini survei dinilai karena dijadikan PKL buat kami. Sempat kesel sih sama dosen, "Ini apa-apaan sih, kita disuruh...

FIELD TRIP TO PAMIJAHAN 9th SEPTEMBER EARTHQUAKE EPICENTER

On Friday, September 14th 2012, my team Geophysicists and i go to have a field trip and survey in Pamijahan, Bogor; West of Java. As we know, our trip is related to the recent Earthquake, 9th September 2012. We get there by using Bus and stay there for 2 nights  in our Lecturer's villa in Ciampea Udik. Here i post some pictures and photo when we have this trip and survey. Enjoy this, readers !          alex.red 20...

Sabtu, 28 Juli 2012

AKADEMI METEOROLOGI DAN GEOFISIKA PROFILE

...

Kamis, 05 Juli 2012

Today

Today, 7 July 2012, our geophysics classes, 5th semester, has found the answers that are we waited for two years ago.In BMKG's site, we found a file that makes our hearts dag dig dug.And after we download it, immediately we open it and inside that document written that D1 Geophysics -- 47 persons.Ya Alloh, I hope our current appointment and we can work to all corners of Indonesia as well.Whenever maybe i have many mistake, but the most important of that mistake, each of us try to fix it because there is noone perfect in the world.I hope that all of us have a best placement. Amien...

Sabtu, 26 Mei 2012

RICHTER 45 : WE'RE DESTINED, NOT BE FORCED TO BE

Sounds of rain beating against window. It’s cold by now, and I need someone to warm me; even hug me. Nothing special have happened by myself in my three last days. Just feel little bit bad ; not so bad. Felt like something strange with all matters that i’ve faced. As i had to study again , Go campuss again , had some sporty activities as futsal, soccer, and others old stories about cadet’s list to do ( Flag ceremony; brasso, woke up earlier in every morning, etc.). That’s all didn’t make me frustrated or even fainted ; they just like a lil’ killer. They killed my spare time,time to do all what I used to do when I was still in home, enjoyed my life in every breath I took. That’s a periode from mid November 2011 till March 2012. Lazy periode...

KORELASI MAGNITUDO

KORELASI MAGNITUDO KORELASI berarti mencari relasi atau Hubungan antara 2 hal ; semisal yang sering dikorelasikan adalah anatara magnitudo dengan intensitas atau magnitudo dengan energi gempa bumi. gambar 1. ) korelasi antara Magnitudo dengan Rilisan Energi Gempa Bumi Atau ada juga korelasi antara Fatalitas(eq Fatalities) gempa dengan magnitude. Namun yang lebih dipahami tentang Korelasi Magnitude adalah mencari hubungan antara Magnitude yang telah kita ketahui. Misal Korelasi antar Ms (magnitudo surface) dengan Mb (Magnitudo Body) ; dsb. Berikut merupakan contoh korelasi antara besaran Magnitudo dengan energi yang dirilis tersebut. Korelasi ini didapat dari persamaan logE = 4.8 + 1.5M ; yang ditemukan oleh Richter dan...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review